yang terlupa dari tinta yang aku pakai untuk memuntahkan rasa?
yang ingin kamu sampaikan tapi hanya terbungkam di situ saja?
ayo jangan ragu
kesempatan itu masih ada
bagaimana?
kamu mau kan?
place where i belong, where your love has always been enough for me
yang terlupa dari tinta yang aku pakai untuk memuntahkan rasa?
yang ingin kamu sampaikan tapi hanya terbungkam di situ saja?
ayo jangan ragu
kesempatan itu masih ada
bagaimana?
kamu mau kan?
masalah itu ibaratnya sebuah tarian.
ikuti saja iramanya, pasti akan ketemu langkahnya.
yang namanya mengikuti bukan berarti mengejar kan? jangan keburu, dengarkan sampai iramanya menggetarkan setiap sel dalam tubuh, merasuki sanubari, dan akhirnya mulut menyenandungkan irama itu sendiri, dan mulai lah melangkah.
step by step.
biarkan kaki mengikuti senandung mulut. biarkan indra yang dimiliki refleks bergerak tanpa perlu diperintah lagi. orang yang tak pintar menari pun akan bisa sedikit demi sedikit saat mengikuti irama.
dan tarian itu akhirnya menjadi indah dalam balutan seninya yang kompleks.
ketika keharusan dan keinginan bersisian jalan di tikungan benak
saya sering sulit membedakan,
mimpi itu reduksi hati ataukah permainan imaji pikiran?